sendiri bukan bergantung kepada negara.
Hal ini tidak sama dengan pemahaman individualisme misalnya dari JJ Rousseu menyatakan bahwa manusia adalah atom yang dapat berdiri sendiri. Sartre menyatakan bahwa manusia adalah neraka bagi sesamanya, maka lebih balk memisahkan diri dari sesama atau Soren Kierkegaard berpendapat bahwa manusia sebaiknya lepas dari sesama sebab yang terpenting adalah manusia bersatu dengan Tuhan.
Thomas Hobbes manusia berkumpul sebab untuk mempertahankan diri agar ada kesamaan dalam bidang hukum. Individualisms jaman dulu lebih menekankan bahwa manusia tidak butuh sesamanya.
Individualisms jaman global terkait dengan ekonomi, menurut istilah Ulrich [Beck, profesor Munich University dan London School of Economic, individu yang di instusionalkan. Pada jaman ini negara merancang hak-hak manusia hanya bagi individu-individu seperti UMR. Upah ini hanya untuk. individu bukan untuk keluarga. Orang diajak untuk membentuk diri mereka sendiri, merencanakan dan merancang bagi diri sendiri sebagai individu. Dibalik tudingan menguatnya individualisme ternyata masih banyak orang yang peduli akan kemiskinan dan penderitaan sesama akibat neoliberalisme. Mereka membangun civil society dan melakukan aneka kegiatan yang menentang neoliberalisme dengan cara menandatangani petisi, melakukan boikot, terlibat demonstrasi, terlibat dalam pemogokan dan melakukan pendudukan gedung. Ternyata kegiatan ini didukung oleh banyak element di seluruh dunia. Menurut survey kegiatan yang banyak dilakukan adalah menandatangani petisi dan terlibat demonstrasi.
Misalnya ketika diadakan pertemuan WTO di Seattle pads tahun 1999, ternyata banyak masyarakat dari berbagai penjuru negara berusaha menghalangi terjadinya pertemuan itu. Akibatnya pertemuan WTO di Seattle tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini berulang lagi dalam pertemuan WTO di Washinton (2000), Genoa, Italia (2001), Changmai, Thailand (2001), Hongkong (2005) dan sebagainya. Masyarakat yang sadar akan bahaya globalisasi terus menerus berusaha melawan baik secara langsung dengan turun ke jalan maupun membangun opini publik melalui berbagai tulisan.
0 komentar:
Posting Komentar